Talkshow DI’s Way, Dahlan Iskan: Debirokratisasi Dimulai dari Hal Kecil

 

LAMONGAN, Reportase INC –
Dalam rangkain HUT Korps Pegawai Negeri (Korpri) Ke-50, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pendidikan menyelenggarakan talkshow bertajuk “DI’S Way Untuk Kejayaan Lamongan” dengan menghadirkan Dahlan Iskan sebagai pembicara utama.

“Sebagai rangkaian HUT Korpri kami sengaja mendatangkan Pak Dahlan untuk memberikan arahan langkah yang harus kita ambil setelah melewati badai pandemi Covid-19,” ujar Bupati Yuhronur saat membuka acara talkshow, Rabu (24/11) di Gedung lt.7, Pemkab Lamongan.

BupatiYuhronur menilai Dahlan Iskan sebagai sosok yang mumpuni di bidang industridan perekonomian. “Di era kebangkitan ekonomi di Lamongan yang saat ini berfokuspada kebangkitan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sangat tepat sekalimengundang Pak Dahlan Iskan,” ujarnya.

Dahlan Iskan mengatakan bahwa proses menuju kebangkitan sebuah daerah dimulai dari debirokratisasi. Mengutip dari Kemendikbud, debirokratisasi bermakna tindakan atau proses mengurangi tata kerjayang serba lamban dan rumit agar tercapai hasil dengan lebih cepat.

Implementasi debirokratisasi, menurut Dahlan Iskan, dapat dimulai dari detail sebuah permasalahan. “Ini penting buat pejabat, bahwa setan itu ada di tetek-bengek. Terlalu banyak konsep yang hebat, perencanaan sempurna tapi penyakitnya di tetek bengek atau dalam bahasa inggrisnya di detail-nya,” ujarnya.

Lebih lanjut, alih-alih memberikan bantuan, lebih baik pemerintah daerah fokus menciptakan iklim kondusif bagi kalangan pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya misalnya kemudahan memperoleh bantuan di Bank.

“UMKM gak harusada anggaran, program pelatihan dan sebagainya gak harus ada bantuan. Istilah pengusahannya,pengusaha itu jangan dibantu, jangan diganggu,” jelasnya.

“Lebih baik kita pilih UMKM terbaik tak hanya soal omset namun yang punya karakter pengusaha yang bisa menjadi mentoring atau nulari (ilmunya)”lanjutnya.

Tidak hanya membahas persoalan UMKM, namun Dahlan juga membahas digitalisasi dan peran anak muda dalam membangun daerahnya dimulai dari hal kecil misalnya di bidang kesehatan dengan membentuk kelompok kecil berisi lima dokter muda untuk membahas inovasi kesehatan.

Baca :  YRKI Pemantau Pilkada Pematang Siantar; Jika Ada Pelanggaran Laporkan

“Anak muda jangan terlalu sering minta nasihat,” katanya.
*Humas*
(Ndik / Frans)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *