Sidang Lanjutan Penangkapan Terdakwa Kasus Penyalahgunaan Narkoba Diduga Mengalami Kejanggalan

 

PEMATANGSIANTAR , Reportase INC – Masuki sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa di lakukan secara teleconfrence di Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar , ( senin ,11 /10 /21) .Terdakwa AHMAD MUHAJIR diringkus oleh pihak kepolisan diduga atas kepemilikan Narkotika jenis sabu seberat 0,42 gram.

Jaksa Penuntut Umum Lyince Jernih Margaretha,SH dalam sidang lanjutan menghadirkan dua orang saksi yakni SOLIANDI , SH dan SYAMUEL SIMORANGKIR, SH. Kedua saksi ini diketahui adalah anggota polisi yang bertugas dipolres kota pematang siantar.

Saat kedua saksi memberikan keterangan dihadapan majelis hakim mengenai kronologis penangkapan terdakwa , kedua saksi mengatakan bahwasanya informasi didapatkan dari laporan masyarakat . Selanjutnya kedua saksi pihak APH turun ke TKP sekitar jam 21.00 wib dan melakukan penangkapan sekitar pukul 21.30 wib. Saat dilakukan penangkapan , ditubuh terdakwa tidak ditemukan benda apapun , ditemukannya uang sejumlah Rp.400.000(empat ratus ribu rupiah)dari bagasi sepeda motor terdakwa dan narkotika yang diduga jenis shabu ditemukan di dasbhoard sepeda motor sebelah kiri milik terdakwa

Lanjut masih dengan pengakuan kedua saksi , bahwa uang tersebut adalah milik terdakwa , dan pada saat melakukan penangkapan terdakwa hanya sendirian . Setelah terdakwa dilakukan penangkapan , lalu terdakwa diintrogasi dan didapatlah kedua nama tambahan atas nama Widia dan Dani yang menjadi rekan terdakwa. Selanjutnya ketika saksi bertanya informasi kedua rekannya tersebut , terdakwa tidak mengetahuinya dan tidak kooperatif , terang Syamuel Simorangkir, SH dalam keterangannya sebagai saksi.

Setelah selesai mendengarkan keterangan saksi majelis Hakim memberikan kesempatan terhadap terdakwa untuk menanggapi keterangan para saksi . Dihadapan Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU)terdakwa Ahmad Muhajir membantah keterangan kedua saksi.

Terdakwa mengatakan bahwa saat dirinya ditangkap tidak menemukan apa apa ditubuh saya itu tidak benar yang mulia , karena pada saat ditangkap saya sedang menggunakan Hand Phone (HP) namun HP tersebut tidak kelihatan , padahal sebelum penangkapan ditengah perjalanan HP saya digunakan oleh Dani yang menghubungi seseorang yang saya tidak ketahui. Selanjutnya saksi mengatakan bahwa uang sejumlah Rp400.000 tersebut adalah miliknya ,itu juga tidak benar yang mulia ,uang itu bukanlah milik saya melainkan milik Widia.

Baca :  Kejagung: Publik Jangan Berspekulasi, Ketua MPR: Penyelidikan Harus Menyeluruh dan Terbuka

Keterangan saksi juga yang mengatakan bahwa saat ditangkap dirinya hanya sendirian, itu tidaklah benar yang mulia , karena pada saat penangkapan saya bersama Dani namun saya sendirilah yang ditangkap dan si Dani nya hilang tidak tau kemana yang mulia. Dan keterangan saksi yang mengatakan bahwa tidak tau alamat Widia sehingga tidak dilakukannya pengembangan juga tidak benar yang mulia , saya tau dimana alamatnya namun polisi tidak pernah bertanya dan meminta saya untuk menunjukkan alamatnya , jelas terdakwa.

Setelah terdakwa membantah keterangan saksi, Jaksa Penuntut Umum mempertanyakan kepada terdakwa mengapa keterangan dipersidangan berbeda dengan di BAP? terdakwa Ahmad Muhajir menjawab bahwa dirinya dipaksa mengakui semua itu di BAP, karena sudah tidak kuat lagi menerima pukulan dari oknum polisi.

Masih keterangan terdakwa, bahwa setelah dirinya ditangkap bukan dibawa kepolresta melainkan dirinya dianiaya oleh oknum polisi didepan Gedung Olah Raga (GOR) jalan merdeka kota pematang siantar agar mau mengakui semua itu. Karena saya sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit, maka dengan terpaksa saya akui semua itu di BAP dan saya tanda tangani ujar terdakwa menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum.

Sementara itu , terdapat beberapa kejanggalan dalam proses penangkapan terdakwa tersebut setelah hasil pemeriksaan mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa. Adapun hal-hal yang mengalami kejanggalan seperti , menurut terdakwa , dirinya memiliki handphone , namun ketika dilakukan penangkapan handphone miliknya terjatuh dan tidak tau kemana. Sementara saksi yang melakukan penangkapan mengatakan tidak ada ditemukannya handphone yang dimaksut terdakwa.

Hal yang janggal selanjutnya ialah atas kepemilikan uang Rp.400.000 . Terdakwa mengatakan , bahwasanya uang tersebut bukan miliknya melainkan milik temannya yang bernama Widia. Sementara keterangan saksi , uang tersebut adalah milik terdakwa. Masih dengan kejanggalan yang diperoleh dipersidangan , terdakwa mengatakan dia bersama dengan rekannya Dani , namun mengapa ketika dilakukan penangkapan Dani nya menghilang dan hanya dia sendiri yang diringkus , sementara keterangan kedua saksi dari pihak kepolisian yang melakukan penangkapan mengatakan didepan majelis hakim bahwasanya si terdakwa sendiri pada saat itu. Terdakwa juga mengatakan bahwa dirinya mengetahui kedua alamat rekannya tersebut , namun tidak dilakukan pengembangan. Sementara keterangan saksi , terdakwa tidak mengetahui alamat rekannya dan tidak kooperatif.

Baca :  OTT KPK Terhadap 6 Orang PPK Program Bantuan COVID-19 Kemensos Dicokok

Ada apa dengan semua ini ??? Saksi mengatakan menerima informasi dari masyarakat dan langsung turun ke TKP pada pukul 21.00 wib , dan 21.30 dilakukan penangkapan . Saksi juga mengatakan bahwa pada rentang waktu 30 menit tersebut dilakukan pengintaian terlebih dahulu . Namun dalam tempo 30 menit saat dilakukan pengintaian , saksi tidak menemukan dan melihat siapapun kecuali terdakwa. Apakah ada hal lain yang disembunyikan ? Kemana perginya Handphone terdakwa tersebut ? Mengapa tidak ada proses pengembangan terhadap kedua rekan terdakwa guna memutus mata rantai peredaran narkoba

Mendengar keterangan terdakwa dan saksi di persidangan , kru media ini ingin mengkonfirmasi langsung ke Kasat Narkoba dan mendatangi Polres Pematangsiantar . Namun sayang Kasat Narkoba tidak berada dikantor dan salah satu personilnya mengatakan bahwasanya Kasat sedang pergi ke Medan.

(Evaman Tel)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *