Diduga Menghalang-Halangi Pemberian Vaksin Kepada Masyarakat , Keprofesionalisme Puskesmas Batu Anam Dipertanyakan

 

SIMALUNGUN , Reportase INC – Hampir dua (2) tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dilanda wabah virus covid-19 . Tidak sedikit korban yang meninggal dunia akibat covid-19. Bukan hanya di Indonesia saja , tetapi hampir diseluruh dunia mengalami wabah covid-19 ini.

Hal ini membuat pemerintah Indonesia bekerja keras hingga saat ini untuk meminimalisir wabah tersebut. Mulai dari memberlakukan Lock Down hingga PPKM ( Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ).

Presiden Indonesia Jokowi Dodo juga mengeluarkan sejumlah besar anggaran untuk mendatangkan dan memberikan vaksinasi kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memperkecil ruang penyebaran covid-19 . Hampir diseluruh Provinsi yang ada di Indonesia turut serta mendukung kebijakan Pemerintah untuk melakukan vaksinasi.

Namun hal ini justru jauh berbeda dengan salah satu Puskesmas Batu Anam , yang berada di Jalan Asahan Km.VI Kabupaten Simalungun , yang dimana diduga tenaga medis puskesmas Batu Anam terkesan menghalang halangi beberapa masyarakat yang akan mengikuti anjuran pemerintah yakni vaksinasi.

Hal ini diketahui berdasarkan hasil laporan masyarakat dan investigasi kru media ini . Menurut salah satu masyarakat yang dimana pada hari selasa , 7/9/21 dirinya datang ke Puskesmas Batu Anam untuk melakukan vaksin pertama. Namun ketika diperiksa oleh tim medis Puskesmas Batu Anam , informan tersebut tidak bisa mendapatkan vaksin dikarenakan tekanan darah tinggi pada saat diperika dan dianjurkan untuk kembali pada hari jumat, 10 /9/21.

IM (42) yang merupakan salah satu masyarakat yang melaporkan kepada kita kemudian kembali mendatangi Puskesmas Batu Anam untuk mendapatkan vaksin pertama sesuai anjuran dokter yang bertugas pada saat itu . Namun alhasil IM tidak mendapatkan apa apa atau dengan kata lain jauh panggangan dari api nya.

Baca :  Polsek Ujungpangkah Patroli Malam Di Jam Rawan

IM menjelaskan bahwasanya dirinya tidak mendapatkan vaksin pertama. ” saya kecewa bang , lantaran kemarin dokternya bilang sama saya berhubung ketika di cek saya pada saat itu mengalami tekanan darah tinggi dan disuruh untuk kembali lagi pada hari ini . Namun jangankan diterima untuk diperiksa saya , malahan saya di bentak oleh petugas nya dan mengatakan tidak ada lagi vaksin pertama , ujar IM ketika menjelaskan ke kru media ini.

Lalu , kru media ini mempertanyakan kepad tenaga medis nya , mereka mengatakan bahwasnya nanti jam 2 kita bukak untuk sesi vaksin pertama pak. ” nanti pak jam 2 saja bapak datang , sekarang lagi melunjak untuk vaksin kedua , jam 2 saja ya pak datang untuk dosis vaksin pertama nya , ujar petugas tenaga medis ke kru media ini , jumat (10/9/21)

Ketika tiba pukul 14.00 , IM yang ditemani kru media ini kemudian mendatangi lokasi pemberian vaksin yakni Puskesmas Perumnas Batu Anam. Tetapi lagi lagi IM dan kru media ini tidak mendapatkan hasil apapun . Petugas tenaga medis mengatakan ke kru media ini bahwasanya vaksin pertama sudah tidak ada lagi.

Hal ini membuat IM merasa kecewa dan sedih lantaran diduga pihak Puskesmas Batu Anam terkesan menghalang halangi dan seakan mempermainkan IM serta tidak berterus terang.

Disisi lain menurut Anton Debataraja selaku pengamat kebijakan publik ketika dipertanyakan mengenai hal tersebut mengatakan bahwasanya kejadian tersebut sudah melanggar sumpah Dokter Indonesia . ” itu jelas sudah melanggar sumpah mereka yang dimana mengatakan akan membaktikan hidupnya guna kepentingan pri kemanusiaan dan menjalankan tugas dengan cara yang terhormat dan bersusila dengan martabat pekerjaan yang diembannya , tutur Anton.

Sementara itu ketika dikonfirmasi kepada dr.Hendrik selaku Kepala Puskesmas Batu Anam , beliau mengatakan bahwasnya vaksin pertama dilakukan pada hari senin mendatang. ” memang tadi kami rencana nya Jumat ini mau melayani vaksinasi dosis pertama pak, tapi karena ada perintah dari dinas utk melayani dosis 2 hari ini lanjutan dari layanan massal(6 puskesmas +1 rsu rondahaim) yang dikantor gugus semalam jadi difokuskan utk menyelesaikan dosis dosis tersebut. Dan kami sudah katakan kepada warga yang rencananya hari ini dosis pertama untuk dilaksanakan hari Senin depan , ujar Hendrik melalui pesan singkat WhatsApp , jumat (10/9/21).

Baca :  750 masker Dan Obat-obatan Diberikan Kepada Warga Ds. Sidodowo

Kemudia kru media ini mempertanyakan kembali mengapa tenaga medis mengatakan kepada IM untuk datang kembali ini hari pada pukul 14.00 yang dimana sebelumnya IM sudah datang pada pukul 11.00. Namun dr.Hendrik tidak menjawab apapun sementara pesan sudah dibaca.

Dari jawaban Kepala Puskesmas Batu Anam , dr.Hendrik yang dipeoleh terdapat jawaban yang berbanding terbalik dengan hasil investigasi kru media ini yang langsung ke lokasi dan juga dari jawaban yang diperoleh dari IM. Hal ini terkesan dan diduga mengahalang halangi masyarakat yang akan melaksanakan vaksininasi sesuai anjuran pemerintah.

Kita berharap agar tenaga kesehatan menjunjung tinggi sikap keprofesionalisme dan sumpah yang telah diucapkan ketika mengemban tugas sesuai profesi mereka , semoga.

(Evaman Tel.)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *