Ujian Perades di Kepohbaru Bojonegoro Ditunda, Hingga Tatanan Jadi Morat Marit

BOJONEGORO, Reportase INC –  Kabar ditundanya pelaksanaan ujian pengisian pamong desa atau Perangkat Desa (Perades) 18 desa di Kepohbaru Bojonegoro Jatim, menyusul perpanjangan PPKM, tak urung membuat sejumlah pihak kalang kabut.

Hari pelaksanaan ujian yang sedianya digelar pada Rabu 18 Agustus 2021 ini, dipastikan ditunda tanpa batas waktu dan solusi. Kabar itu disampaikan oleh Camat Kepohbaru kepada para Kades dan Ketua Tim Pengisian Perades seusai kegiata Upacara Kemerdekaan, Selasa (17/08/21).

“Ya, pelaksanaan ujian pengisian perangkat desa di Kepohbaru ditunda. Tentu hal ini berdasar instruksi Pemkab terkait PPKM karena Bojonegoro masih level 3,” kata Camat Kepohbaru, Sri Nurma Arifah, saat dihubungi TerasJatim.com, Selasa sore (17/08/2021).

Soal perpanjangan PPKM tentu semua paham. Repotnya, saat penyampaian tentang penundaan pelaksanaan ujian bertempat di Kantor Kecamatan itu nir pertanyaan, apalagi ada diskusi untuk membahas solusi agar ujian bisa terselenggara dengan syarat dan ketentuan sesuai prorokol kesehatan misalnya.

“Forum ini tidak menerima sesi tanya jawab. Jadi tidak ada pertanyaan,” kata peserta rapat menirukan tanggapan Sekcam Kepohbaru, saat salah satu Ketua Tim Pengisian mencoba bertanya dan hendak membuka ruang diskusi untuk mendapat solusi pada waktu rapat.

Sumber TerasJatim.com ini mengaku kecewa dengan pihak kecamatan dalam hal ini Camat dan Sekcam yang menutup rapat-rapat pintu diskusi untuk mendapatkan solusi dan kepastian soal nasib penyelenggaraan ujian Perades yang sudah di ujung hidung.

“Oke, kita semua tahu ada perpanjangan PPKM level 3, tetapi masa iya tidak ada solusi supaya tahapan akhir pengisian Perades ini bisa terlaksana. Mestinya kan dipikir dan didiskusikan, kok langsung dipunggel (dipatahkan, Red),” tukas sumber yang mengaku lelah dengan gaya komunikasi pihak kecamatan ini.

Baca :  Avour Kuwu Dibahas, Perlu Pintu Darurat

Kecamuk problem barangkali tak hanya dirasakan oleh 18 Kades beserta tim pengisian Perades se-Kepohbaru saja. Ratusan calon Perades yang sudah ngebet untuk segera bertarung dalam kontestasi juga lunglai alias layu sebelum berkembang.

Ditilik dari dunia perbintangan, kabarnya penundaan ujian juga membuat tatanan kocar-kacir tak tentu arah. Ini berlaku bagi semua peserta, baik yang kategori terindikasi main lobi-lobi maupun yang bertarung secara kesatria, karena ‘Nagadina’ menjadi liar.

Tak menutup kemungkinan, semua tatanan yang diduga ada kongkalikong dengan skenario detail oleh ahli persekongkolan akan masuk angin akibat tidak menentunya situasi ini. Bisa jadi akan ada perubahan dan akan banyak penggunting dalam lipatan guna memanfaatkan momen absurd ini.

Namun baiknya, yang paling diuntungkan tentu saja pihak-pihak yang teguh pada pendirian tanpa mau diintervensi dan mempunyai konflik kepentingan.

Satu lagi, ditundanya pelaksanaan ujian Perades 18 Desa di Kepohbaru ini merubah arah angin dan hoki bagi siapapun yang berkepentingan di dalamnya.
( Tj / Redaksi )

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *