Dinyatakan Terpapar Covid-19, Warga Beramai-Ramai Ingin Bongkar Peti Jenazah

 

PROBOLINGGO, Reportase INC – Aksi penolakan pemakaman secara prokes Covid-19 yang menggunakan APD lengkap masih marak terjadi di beberapa daerah, termasuk yang di terjadi di Desa Randu Putih Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, (26/7/21).

Diketahui Nur Hayati (18) Santriwati yang meninggal di RSUD Waluyo Jati yang di nyatakan positif Covid-19. mendapat pengawalan ketat dari TNI-Polri, karena dikawatirkan dapat menimbulkan penyebaran Virus Corona serta antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Sawi salah satu warga setempat mengatakan, awal mulanya hanya jatuh dari dari tangga ketika mondok di klaseman, mulai itu Nur sudah mengalami sakit-sakitan kurang lebih selama 4 bulan, sebelum meninggal bahkan Santriwati ini sempat di rawat di RSUD Waluyo Jati selama 3 hari.

“Mendengar di nyatakan positif Covid-19 pihak keluarga dan warga setempat berencana untuk membongkar peti jenazah mereka menduga di Covidkan oleh rumah sakit”, ungkapnya

Lanjut Sawi, beruntung ada TNI, Polri dan Kepala Desa serta tokoh masyarakat bisa merendam emosi keluarga dan setelah di lakukan mediasi, akhirnya keluarga menyetujui di kuburkan secara standar protokol kesehatan”, imbuhnya

Sementara itu Sukandar Kepala Desa Randuputih menghimbau, kepada seluruh masyarakat agar menaati peraturan pemerintah, semua ini pasti yang terbaik supaya tidak bertambah atau ada korban lagi yang terpapar Virus Corona, tetap pakai masker dan jaga jarak tetap patuhi prokes”, ungkapnya
(Alex)

Baca :  Pasiter Kodim 0213/Nias, Berkunjung Di SMP Negeri 1 Hiliduho

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *