Makin Lengkap, Serikat FSPMI Probolinggo Raya Bentuk Jamkeswatch

 

PROBOLINGGO, Reportase INC – Untuk melengkapi perjuangan serikat pekerja yang ada di Probolinggo Raya, Konsulat Cabang FSPMI Kabupaten dan Kota Probolinggo mengadakan rapat pembentukan jamkeswatch yang di gelar di Cafe Suga Jalan Mt Haryono Kota Probolinggo, Minggu (20/6/2021).

Jamkeswatch sendiri merupakan sayap organisasi yang di bentuk oleh KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) sebagai fungsi kontrol pelaksanaan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) & BPJS kesehatan. Selain mengawasi serta mengkritisi kebijakan, Jamkeswatch juga selalu membantu baik dari buruh maupun masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan di rumah sakit.

Turut hadir dalam acara tersebut, KC FSPMI Kabupaten dan Kota Probolinggo, Garmet (Garda Metal), Media Perdjoeangan, Pengurus Unit Kerja, Pengurus Cabang Surabaya dan Ketua Jamkeswatch Jawa Timur

Lukamanul Hakim selaku Ketua Jamkeswatch Jawa Timur mengatakan, menjadi relawan Jamkeswatch memang berat karena tidak ada bayarannya, kepedulian terhadap sesama sudah kewajiban kita saling membantu. bahkan Sering ketika tengah malam ada telepon berdering, ternyata dari masyarakat yang meminta bantuan karena kesulitan mengaskes layanan kesehatan di rumah sakit, Sebagai bentuk tanggung jawab, relawan harus membantu dan memberikan pertolongan”, ucapnya

Masih kata Lukman, Sering yang di hadapi oleh peserta BPJS kesehatan adalah banyaknya rumah sakit yang berkilah dengan mengatakan, “Kamar yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan sudah penuh (habis), secara tidak langsung Pasien/Peserta BPJS kesehatan digiring untuk naik kelas, sehingga Tanggungan BPJS menjadi Hangus. atas hal ini Belum Ada Sangsi khusus bagi rumah sakit yang berlaku curang, padahal jaminan kesehatan sudah tertera dengan jelas di
Perpres Nomer 64 Tahun 2020 tentang BPJS Kesehatan”.

“Persoalan lain yang di temukan oleh relawan adalah perbedaan Layanan peserta BPJS khusus untuk masyarakat miskin penerima bantuan iuran ditanggung APBN/APBI, belum memuaskan. Buruknya pelayanan ini bisa dilihat dari sikap rumah sakit yang masih mencari alasan untuk tidak melayani warga miskin peserta penerima bantuan iuran tersebut, alasan rumah sakit tidak melayani warga miskin bermacam- macam, dan umumnya beralasan karena kamar pasien sudah penuh. Padahal ketika dicek banyak kamar kosong”. tegasnya

Baca :  Peringati HUT RI ke-76, PTPN IV Berikan Apresiasi &Penghargaan Kepada Karyawan

“Untuk mengatasi hal tersebut, kami mengharap kepada pemerintah, BPJS beserta masyarakat mari kita bersama-sama melakukan pengawasan terhadap mitra BPJS Kesehatan tersebut agar tidak membedakan baik yang mampu maupun tidak mampu”, imbuhnya

Sementara itu Anggit Purnomo mengatakan, Serikat FSPMI Probolinggo makin lengkap, setelah ada Garmet (Garda Metal) dan Media Perdjoeangan, sekarang nambah lagi Jamkeswatch, kami ucapkan terima kasih kepada Ketua Jamkeswatch Jawa timur serta PC Surabaya yang sudah hadir dan memberikan ilmunya, semoga dengan terbentuknya Jamkeswatch kita bisa membantu baik dari golongan buruh maupun masyarakat umum”, kata KC FSPMI Probolinggo Raya
(Alex)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *