BRK Bagikan Seribu Paket Takjil

 TULUNGAGUNG, Reportase INC – Banyak orang berjejer di pinggir jalan sekitar pertigaan pasar Panjer kecamatan Rejotangan, berseragam dan ada yang membawa kotak kardus berukuran besar.Kejadian ini sempat membuat sebagian warga.

Kejadian itu adalah acara bagi-bagi takjil oleh perkumpulan Baru Klinting yang diselenggarakan pada Minggu (2/5) sore. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan ratusan orang kebanyakan muda – mudi anggota perkumpulan Baru Klinting sedang membagikan takjil pada warga sekitar dan para pengguna jalan di sekitar lokasi.

Acara yang sudah dirancang sebelumnya mendapat pengawasan dari polsek Rejotangan. “Kehadiran anggota polsek dalam kegiatan ini sangat penting, selain menunjukan bukti konkrit kordinasi, sekaligus melakukan pengawasan soal prokes ”kata ketua Baru Klinting Suryani.

“Kita dukung upaya penerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran virus covid-19,, maka kegiatan warga dengan melibatkan orang banyak, prokes harus diawasi ”lanjut Suryani yang lebih dikenal dengan sebutan pak co.

Baru Klinting yang lebih popular dengan sebutan BRK Ramadhan tahun lalu juga adakan bagi – bagi takjil. Seperti dikatakan pak co ” Ramadhan tahun lalu di adakan di sekitar lampu merah Karangrejo, dekat kediaman pak bupati, jelasnya

Pak co membeberkan bahwa penyelenggaraan ini merupakan swadaya anggota, ” Perlu diketahui bahwa anggota BRK masih banyak yang hari ini berada di luar negeri sebagai TKI”.Ya laki-laki ya perempuan , katanya.

Minggu sore itu sekitar 1.300 paket takjil dibagikan untuk warga oleh anggota BRK berseragam, hitam kombinasi merah, Dan seragam berwarna hijau tua, “Ada yang pake seragam kaos warna putih, cewek, celetuk salah satu anggota.

Ya seneng sih meski sedikit capek, kata anggota BRK cewek berkaos putih kepada media ini sambil mengatakan akan tetap ikut pada Ramadhan tahun depan.

Baca :  Bupati Labura Sidak Tengah Malam ke RSUD Aekkanopan

Sementari itu Tardi (53) pengendara motor matik mengaku kaget dan sedikit takut, menurut warga desa Tanen “takut kuatir ada hura – hara soalnya dari kejauhan sana kelihatan orang banyak, semakin mendekat e kok malah dapat bingkisan takjil, ya positive, ini kegiatan pemyda yang perlu dapat dukungan” terang warga.

Tak jauh beda dirasakan Sunarmi ( 48 ) warga desa Doroampel, Sumbergempol yang melintas dari arah Ngunut, PNS itu mengira ada group kesenian, “says mengira ada arak-arakan group kesenian, takut saya pasti jalan macet” kata pemotor ini.

Menanggapi perihal ini, pak co katakan wajar, namun tidak terjadi kemacetan bukan? memang hari ini kita turunkan anggota secara maksimal, sehingga dari kejauhan kelihatan macet, atau seperti ada pawai, sebab anggota turun secara maksimal. Tahun depan kita tambah anggota, dan kita tingkatkan jumlah paket takjilnya. (Redaksi)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *