Kampung Sayur Sejati Perkuat PPKM Mikro Bentuk Wilayah RT Tangguh

PROBOLINGGO, Reportase inc –
Pandemi COVID-19 semakin menguatkan kebersamaan dan kekompakan warga RW 02/RT 04, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, untuk saling membantu satu dengan yang lainnya.

Ketua RT 04/RW 02, Kelurahan Jati Sumilah mengatakan, berbekal kekompakan dan kebersamaan inilah wilayahnya berhasil keluar dari zona merah menjadi zona orange COVID-19.bahkan sekarang bisa dikatakan zero covid 19
“Kami tidak bisa sendiri, kedisiplinan warga untuk terus mematuhi protokol kesehatan merupakan salah satu bentuk perlawanan terhadap COVID-19 untuk mewujudkan Kampung Tangguh RW 02,khususnya di RT 04, Kelurahan Jati” ujarnya, Kamis (25/2/2021).
Sumilah menjelaskan, selain upaya preventif, kesigapan membantu warga yang terpapar COVID-19 juga menjadi kunci. Termasuk, bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri.

“Kami memberikan paket sembako, obat-obatan, dan bantuan lainnya yang dikumpulkan secara swadaya. Sehingga, warga yang isolasi mandiri bisa betul-betul berada di rumah karena tercukupi kebutuhannya,” terang Sumilah.

Ia menuturkan, sinergi dengan seluruh pihak terkait seperti, puskesmas, kelurahan, kecamatan, kader PKK, pemuda, hingga pengurus RT juga terus diperkuat.

“Saat awal pandemi ada warga kami terpapar COVID-19 dan kemudian dirawat di Rumah Sakit. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga dan menyadarkan kita tentang bahaya COVID-19,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, berbagai upaya masih terus dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 seperti, sosialisasi 4M dengan pemasangan spanduk maupun dengan cara keliling permukiman hingga WhatsApp grup.

“Kami juga melakukan pengontrolan akses masuk kampung meliputi, pengukuran suhu tubuh, penggunaan masker, serta menyediakan sarana dan prasarana cuci tangan,dalam rangka memperkuat PPKM Mikro yang lagi digalakkan” tandasnya.

Untuk diketahui, di RW 02 Kelurahan Jati terdiri dari RT 01 sampai RT 06,khusus di wilayah RT 04 terdapat 126 Kepala Keluarga.Sedangkan KTS nya sendiri bernama Kampung Sayur Sejati.(yulio)
[25/2 17:42] Yu MaDeNay: Cuaca Ektrim Waspadai Wilayah Adanya Banjir dan Tanah Longsor

Baca :  Penegakan Hukum di Pengadilan Agama Lamongan Diduga Tidak Transparan

 

Probolinggo
Berdasarkan data yang dirillis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya, yang mencatat peringatan dini 3 harian di Jawa Timur.

Tercatat wilayah Kabupaten Probolinggo, masuk dalam daerah yang perlu mewaspadai terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.

Atensi tersebut, berlaku mulai Kamis 25 Februari hingga Sabtu 27 Februari 2021 mendatang. Selain banjir, potensi ancaman tanah longsor turut perlu diwaspadai terjadi di Kabupaten Probolinggo.Kamis (24/2/2021)

Salah satunya di daerah perbukitan, Kecamatan Sukapura yang merupakan jalur menuju obyek wisata Gunung Bromo. Ancaman tanah longsor dan pohon tumbang, perlu menjadi atensi serius masyarakat dan wisatawan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga, mengatakan, wisatawan yang hendak berkunjung ke obyek wisata Gunung Bromo maupun sekitarnya, diminta waspada dan hati-hati.

“Sepanjang jalur menuju obyek wisata Gunung Bromo merupakan daerah perbukitan, yang sewaktu-waktu rawan terjadinya tanah longsor dan pohon tumbang, saat terjadi hujan deras,” pintanya

Kondisi tebingnya tegak lurus, apalagi pohon-pohon disekitarnya yang semestinya menjadi penahanan air sudah mulai berkurang dijalur tersebut, jadi harus hati-hati,” imbaunya

Sugeng merinci, titik jalur rawan longsor menuju obyek wisata Gunung Bromo, yakni titik Jurang Jontro dan Jurang Perahu. Dimana titik tersebut, rawan terjadinya tanah longsor saat hujan deras mengguyur.

“Termasuk jalannya juga, dari pantauan kami jalan Prim (Provincial Road Improvement Maintenance) yang berada di daerah Wonokerto, sudah mulai mengalami retak-retak sehingga sangat perlu diwaspadai,”jelasnya.

Tak hanya tanah longsor , ancaman pohon tumbang juga membayangi keselamatan pengguna jalan sewaktu melintas di jalur wisata arah Gunung Bromo.

“Jadi tanggap darurat kita disini masih sampai April, sehingga kami imbau masyarakat yang berada di daerah pegunungan, untuk tidak berlalu lalang di saat turun hujan deras,” jelas Sugeng

Baca :  Didesa Bunut Widang Terkait Dugaan Korupsi, Kejaksaan Tuban Turun Lapangan

Selain Kecamatan Sukapura, daerah dataran tinggi lainnya yang perlu diwaspadai, yakni daerah di Kecamatan Sumber, Pakuniran, Kota Anyar dan Lumbang.( yul/alex)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *