Nelayan Memilih Tidak Melaut”Akibat Cuaca Extrim

 

PROBOLINGGO, Reportase inc –
Sejumlah nelayan di Wilayah PPP Mayangan Probolinggo memilih tidak melaut akibat cuaca ekstrim disertai gelombang laut tinggi menerjang daerah itu. “Memang gelombang laut diperkirakan setinggi dua hingga tiga meter, sehingga memiliki resiko keselamatan jika memaksakan diri melaut,” terang Malik, salah nelayan di Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, Sabtu (6/2/2021).

Peringatan atas bahaya cuaca ekstrim di Kota Probolinggo, turut diperkuat dengan pernyataan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jatim yang memprediksikan cuaca ekstrim masih akan terjadi dalam beberapa hari kedepan.

Beberapa hari belakangan ini kondisi perairan di PPP Mayangan terus mengalami gelombang tinggi akibat terjangan angin dari arah utara terus melanda daerah itu, serta diperparah dengan curah hujan cukup tinggi.
Beberapa nelayan hanya berharap kondisi iklim buruk cepat berakhir, guna melanjutkan kegiatan usaha untuk menangkap ikan dalam menunjang kondisi ekonomi keluarga. “Sudah beberapa hari ini kami tidak melaut, sehingga turut menganggu pendapatan keluarga setiap hari,” keluhnya.

Sementara itu, nelayan lainnya yang mangkal di PPP Mayangan, Yasin mengaku bahwa ada upaya untuk memaksakan diri melaut walaupun dilarang pihak keluarga karena cukup membahayakan keselamatan,” imbuhnya

Sementara itu, prediksi dari BMKG bahwa cuaca saat ini menunjukkan hujan masih berpeluang turun dengan intensitas yang tinggi antara 40 hingga 100 milimeter sekali turun, sehingga bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor, kemudian ada gelombang laut.

Kepala Syahbandar PPP Mayangan Probolinggo,Arif Wahyudi menjelaskan berdasarkan prakiraan BMKG, Bulan Pebruari ini adalah puncak musim hujan sehingga curah hujan tinggi dan berpeluang terjadi di semua wilayah di Jawa Timur,tak terkecuali di PPP Mayangan ini.

Baca :  Pemeran Literasi, Bupati: Ajarkan Sifat Optimis Berliterasi

Data dari BMKG menunjukkan adanya tekanan rendah di atas wilayah Jatim dan menyebabkan adanya pengumpulan awan hujan, yang disertai oleh angin kencang saat hujan, sehingga bisa menyebabkan banjir,” ungkap Arif.(yuli).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *