56 Kantong Jenazah Diterima DVI Polri

Petugas DVI Mabes Polri memindahkan kantong jenasah potongan tubuh korban pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1/2021). Temuan tersebut kemudian dibawa ke RS Polri untuk di identifikasi. SP/Joanito De Saojoao.

JAKARTA, Reportase inc – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto, telah menerima 56 kantong jenazah berisi body part diduga penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Selasa (12/1/2021) pagi. Selain itu, ada delapan kantong berisi properti dari lokasi kecelakaan.

“Kami telah menerima 56 kantong jenazah dan juga delapan kantong properti,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021).

Advertisement

Dikatakan Rusdi, Tim DVI juga terus mengumpulkan data antemortem dari keluarga penumpang, termasuk memeriksa body part untuk mencari data postmortem yang kemudian akan dicocokkan dengan data antemortem guna mengidentifikasi penumpang pesawat nahas itu.

“Ini akan dilakukan kegiatan-kegiatan baik oleh rekan-rekan di antemortem maupun rekan-rekan yang ada di postmortem. Ini akan kita tindak lanjuti dan apabila data-data telah lengkap, data antemortem maupun postmortemnya akan dilakukan tindakan lanjut, tindakan rekonsiliasi ataupun pencocokan dari pada kedua data tersebut sehingga akan teridentifikasi korban-korban dari kecelakaan Sriwijaya,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada Senin (11/1/2021), Tim DVI baru menerima 17 kantong jenazah berisi body part diduga penumpang Sriwijaya Air. Proses pencarian penumpang masih berlangsung, sehingga kemungkinan jumlah kantong jenazah yang dikirim akan terus bertambah.

Sumber: BeritaSatu.
(Redaksi)

Baca :  Kemendes Akan Beri Sanksi Desa Terdampak yang Tidak Salurkan BLT

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *