Peran Penting Calo Penumpang Gerbong Restorasi Politik

 

Jawa Timur – RIN – Calo politik sudah tidak asing lagi di Indonesia, semula berangkat dari kebiasaan wajah perpolitikan bangsa kita yang terkenal dengan sebutan pe-rekomendasi-an. Hal tersebut terbilang umum dan wajar  sejauh masih mengikuti aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Katakanlah ketika rekomendasi yang diberikan oleh DPP Parpol (saya sebut gerbong, seperi tuisan sebelumnya) kepada seseorang Calon kepala daerah, dibumbuhi dengan kesepakatan simbiosis politik. Misalnya seseorang akan deberi rekomendasi dengan syarat ada uang mahar.  Nilainya bisa milyaran.  Seseorang penghubug atau calo politiklah yang menghubungkan DPP sebagai gerbong restorasi politik dan Calon Kepala Daerah sebagai penumpang gerbong restorasi politik dalam Pilkada.

Hari ini, sejak memasuki bulan-bulan penjaringan Cakon, banyak yang berusaha melakukan ‘ akrobat”  dengan tujuan agar dirinya mendapatkan kesempatan lebih lebar dari para pendaftar yang lain.

partai politik  sebagai gerbong restorasi politik yang dinaiki  juga harus diperhatikan (diawasi dan dikritisi). Sebagai salah satu tempat pijakan dan lompatan untuk mengatur Negara, partai politik haruslah telah memberikan warna-warna terbaiknya,  jangan terpengaruh calo.  Karena calo pasti mengambil keuntungan.

Sebelum mengirimkan kader terbaiknya untuk maju dalam Pilkada perlu pertimbangan.  Bukan catatan yang terkhususkan untuk partai tertentu saja, tapi untuk seluruh partai politik yang merekomendasi. Begitu kira-kira!.(Redaksi)

Baca :  Nenek 75 dan Putrinya Mengkonsumsi Beras Apek

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *