BPAN LAI Masuk dalam Lembaran Negara

Jakarta – Reportase Indonesia News — Ketua Umum Aliansi Indonesia Mayjen TNI (Purn) H Djoni Lubis menyatakan kebanggaannya serta mengapresiasi semangat DPC BPAN LAI Banyuwangi yang tetap solid dan bersinergi bersama DPP Aliansi Indonesia.

Djoni Lubis sangat berharap kepada DPC BPAN LAI Banyuwangi agar terus berkiprah serta maju terdepan dalam mengemban tugas sebagaimana yang dicita-citakan para pendahulu bangsa ini.

“Legitimasi BPAN LAI sudah masuk dalam Lembaran Negara, dan sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) dengan KPK, Kejagung, MA, MKRI, TNI-POLRI dan pejabat tinggi negara lainnya. Sehingga legitimasi power LAI ini tidak perlu disangsikan lagi. Namun mekanisme dan SOP sesuai juklak-juknis harus tetap dijalankan,” ungkapnya.

Djoni Lubis juga berpengharapan besar, supaya DPC BPAN LAI Banyuwangi melalui divisi masing- masing selalu proaktif dalam menjalin koordinasi secara intens dengan institusi yang ada di Kabupaten Banyuwangi, baik dengan jajaran Forpimda maupun Forpimka.

“Kita akan support dan backup total jika di lapangan menemui kendala serta hambatan dari birokrasi setempat dalam pengawalan kasus-kasus peyelewengan aset negara yang ada,” timpal Aspri Ketum Edi Munadi, yang ikut mendampingi pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ketum Djoni Lubis juga menegaskan, bahwa LAI bukanlah LSM. Akan tetapi, LAI merupakan Lembaga Negara yang bertugas menjaga dan mengawasi aset- aset negara.

Di akhir pengarahan, Ketum Djoni Lubis juga mengingatkan kepada semua anggota BPAN LAI se nusantara supaya tertib administrasi guna menghindari penyalahgunaan Kartu Tanda Anggota (KTA) LAI.

“Jika ditemukan ada pemegang KTA LAI di luar ketentuan atau tidak ada dalam struktural DPD maupun DPC, maka dipastikan KTA LAI tersebut adalah palsu. Dalam hal ini, DPP LAI sudah megeluarkan surat pemberitahuan terkait hal tersebut per tanggal 13 Mei 2019 dengan tembusan kepada Kapolri, Kapolda seluruh Indonesia, Kapolres seluruh Indonesia dan Kapolsek seluruh Indonesia. Laporkan oknum yang mengatasnamakan LAI dan menggunakan KTA aspal,” tegas Djoni Lubis yang pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus ini. (sira/redaksi)

Baca :  LBH Pers Luncurkan Protokol Keamanan Jurnalis, Sekjen SMSI: Perlu Menjadi Materi UKW

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *