Setelah Terjadi Dugaan Penganiayaan, April Anugrah Mengalami Trauma.

 

 

Nias Selatan, Reportase inc – Setelah Mengalami Dugaan Penganiayaan, April Anugrah Halawa warga Desa Caritas Sogawunasi Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, mengalami trauma akibat penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Kades Caritas Sogawunasi (FG) bersama sejumlah teman-temannya, pada 30 September 2020 lalu.

“Kejadiannya Saya dipukuli oleh oknum Kades dan sejumlah teman-temannya, saya juga diancam oleh kades dengan ancaman akan membakar rumah saya. Meski saya telah melaporkan kejadian ini kepada polisi, saya masih belum berani beraktifitas seperti biasanya “saya takut”. Apalagi, beberapa hari setelah saya dianiaya, rumah abang saya yang bersebelahan dengan rumah kami nyaris ludes terbakar, beruntung api dapat dipadamkan sejumlah warga setempat” ujar April Halawa saat ditemui wartawan di rumahnya di Desa Caritas Sogawunasi, Sabtu (10/10).

Sejak peristiwa penganiayaan tersebut Usaha bengkel yg saya kelola ditutup .Ucap April

“Usaha tempel ban dan service sepeda motor yang menjadi sumber utama mata pencaharian keluarga saya, sementara saya hentikan. Saya takut jika tiba-tiba hal yang sama terjadi, atau hal diluar dugaan lainnya terjadi, apalagi perkara penganiayaan ini sedang ditangani polisi dan masih dalam proses penyelidikan. Saya berharap agar atas peristiwa penganiayaan yang saya alami ini segera mendapat kepastian hukum dan para pelaku yang masih berkeliaran dapat segera diamankan pihak kepolisian” harap April.

Sementara, wartawan yang menemui salah seorang warga setempat yang melihat peristiwa penganiayaan itu terjadi, mengakui jika April Halawa dianiaya oknum Kades Caritas Sogawunasi bersama sejumlah teman-temannya.

“Sekira jam 10 pagi tanggal 30 September 2020, saya sedang duduk diteras rumah saat itu, datang kepala desa menggunakan sepeda motornya dengan diikuti sejumlah rombongannya, kades memarkirkan sepeda motornya dibahu jalan depan rumah April, lalu menghampiri April sambil berkata-kata dengan nada suara besar “Pade ó” (Hebat kau), dan langsung menendang punggung April sebelah kanan dengan kaki kirinya dan meninju kepala bagian belakang kanan dekat telinga April, yang saat itu sedang dalam posisi menempel ban sepeda motor pelanggannya” ungkap saksi yang meminta wartawan tidak menulis namanya, kemarin (10/10).

Baca :  Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Akhirnya Dilaporkan Ke KPK

Diceritakan saksi, setelah bagian belakang kepala April ditinju oleh kades, April terjatuh, lalu rombongan kades turut melakukan pemukulan.

“Pada saat April dalam posisi terjatuh, Kades menyuruh rombongannya untuk menahan dan memukuli April, salah seorang dari rombongan kades inisial JRG memaksa April untuk berdiri sambil memegang garis leher baju April, lalu inisial FRG dengan leluasa menganiaya April, sedangkan inisial JG meninju bagian dada kiri April, lalu JRG meninju jidat April. Kemudian April berusaha melepaskan diri, namun karena JRG tergolong berotot kuat dan tidak melepas tangannya dari garis leher baju April, April terus meronta-ronta saat itu. Lalu datang WG yang merupakan anak oknum kades meninju bagian belakang kepala April dan seorang lainnya inisial KG juga meninju bagian belakang kepala April, inisial SG meninju bagian samping kiri (rusuk) April dan seorang lainnya inisial AAG juga memukul April” beber saksi.

Dijelaskan saksi, bahwa pada saat peristiwa awal sesuai diceritakannya diatas, belum divideokan, video yang telah beredar saat ini adalah video di akhir kisah penganiayaan terhadap April.

“Video beredar itu hanya bagian akhir dari peristiwa penganiayaan terhadap April, karena pada waktu itu April yang sempat lari menyelamatkan diri dari sekapan para pelaku, April yang sempat sampai disamping rumah ditengah-tengah rumah April dengan bengkel, April kembali diseret kedepan bengkel miliknya oleh para pelaku dan April kembali dianiaya” ungkapnya.

Pantauan wartawan dilokasi tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Caritas Sogawunasi, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan, kemarin (10/10), Korban penganiayaan terlihat banyak termenung dan usaha bengkelnya tutup pasca penganiayaan terjadi.(Desman Telaumbanua)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *