Pemdes Kedungwaras Gelar Musdes Penyusunan RKPDes 2021

 

Lamongan, RIN – Pemerintah Desa Kedungwaras Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan, pada Selasa, (28/7/2020) menggelar Musyawarah Desa (Musdes), dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) untuk tahun 2021.

Musdes tersebut digelar di Aula Kantor Desa Kedungwaras dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, yakni setiap peserta yang hadir diwajibkan cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak.

Hadir pada Musdes Penyusunan RKPDes tersebut Kades Kedungwaras, Moh. Nawir Gozali S.Pd, Ketua BPD berikut anggota, Ketua LPM berikut anggota, RT/RW, kader PKK, Karang Taruna, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam Sambutannya Kades Kedungwaras, Nawir mengatakan, untuk keterbukaan kepada masyarakat, sebelum melaksanakan pembangunan, Pemdes Kedungwaras menggelar musyawarah tingkat desa dengan sengaja menghadirkan semua unsur elemen masyarakat. Hal ini agar semua aspirasi dan keluhan dari setiap blok dan individu bisa tertampung. dalam usulan tersebut tetap mengacu pada Hasil RPJMDes. karna Sebagai Dasar Pembangunan selama 6 Tahun masa jabatan Kades. namun disamping itu ketika ada Usulan yang belum masuk RPJMDes dan kiranya dipandang Urgent bisa di usulkan.

Disamping itu pula, kata Kades Nawir, musdes ini adalah sarana ajang silaturahmi antara pemdes dengan masyarakat Desa Kedungwaras, sehingga berbagai macam keluhan dan aspirasi bisa di jaring lewat musdes ini.

“Silahkan setiap perwakilan dari bloknya masing-masing untuk menyampaikan harapan dan keinginannya terkait pembangunan untuk tahun 2021 & Usulan untuk tahun 2022. yang mana dalam usulan Pembangunan nilainya lebih besar dari DD. Nantinya usulan pembangunan tersebut akan dibawa ke tingkat yang lebih atas yakni Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) di tingkat Kecamatan Modo,” ucap Kades Nawir.

Disamping melakukan musyawarah untuk pembangunan, Kades Nawir juga membeberkan atas penyaluran bantuan Dana Desa (DD) termin pertama sebesar 40 persen yang telah direalisasikan dalam tahap I. selanjutnya Pencairan DANA DESA (DD) yang di gunakan untuk kegiatan bisa di salurkan setelah selesai penyaluran BLT-DD selama 6 bulan. Insya Allah sampai bulan September.

Baca :  Cakades (caalon kepala desa) Tidak Bisa Didiskualifikasi

Kebanyakan dari dana tersebut adalah untuk pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid- 19 dan bantuan langsung tunai kepada masyarakat.

“Untuk termin pertama bantuan DD sebesar 40 persen sudah terealisasi, kini menginjak untuk pencarian DD tahap kedua, sudah masuk RKD. namun sekali lagi disampaikan bahwa Dana Desa belum bisa di cair kan untuk kegiatan sebelum penyaluran BLT-DD selesai sampai 6 bulan. dari bulan April-September. setelah itu baru bisa di realisasikan untuk Kegiatan yang lain. mudah mudahan cepat terealisasi,” kata Nawir.

Di tempat yang sama, salah satu tokoh masyarakat Desa Kedungwaras mengapresiasi atas keterbukaan Pemdes Kedungwaras, dalam hal penyaluran bantuan untuk pembangunan baik bersumber dari dana APBN dan APBD. Sehingga masyarakat bisa melihat antara perencanaan pembangunan dan realisasinya.

“Mudah mudahan keterbukaan ini terus dijalankan oleh Pemdes, sehingga masyarakat mengetahui sumber bantuan dana dan peruntukannya,” pungkasnya. (Rid)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *